Indonesia - English

MILIK PUSAKA

MILIK PUSAKA

 

Mazmur 127:3-5 (TB)  

 

3) Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. 

 

4) Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. 

5) Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang. 

 

Anak laki laki adalah milik pusaka Tuhan. Artinya sangat berharga sehingga kita perlu memperhatikan dan merawat secara serius.

 

Apakah hanya anak laki laki? Anak perempuanpun juga harus kita tahu mendidik dg benar.

 

Saya sangat terkejut melihat produk pendidikan saat ini. Mereka mayoritas  hanya dibekali utk knowledge saja. Jadi secara knowledge betul mereka jadi cerdas tp cenderung membuat mereka sombong/ angkuh. Padahal karakter sombong/angkuh ini justru jd penghalang utama anak anak bisa sukses. 

 

Saya justru meletakkan knowledge di urutan ketiga. Jadi bukan prioritas utama.

 

Kita perlu menyiapkan anak kita dalam 4 bidang agar mereka benar benar siap memasuki kehidupan nyata. 

 

Adapun keempat bidang itu adalah :

 

1. Mental dan Iman

2. Etika yg benar

3. Skill, Knowledge, Cretivity

4. Pergaulan yg Sehat dan  Benar

 

Ad 1. Mental dan Iman.

 

Jangan takut takuti anakmu ketika mereka akan mencoba sesuatu. Misalnya ketika mereka belajar mengemudi mobil. Jangan marah marahin ketika mobil nyerempet  koreksi dg bijak krn kesalahan itu pembelajaran dan pembelajaran itu ada harganya. Namun juga beri guidance seperlunya misalnya jangan ugal ugalan/kebut kebutan, selalu siaga terhadap manuver manuver yg terjadi di sekeliling kita, selalu jaga jarak agar bisa bermanuver apabila diperlukan, jangan ngerem mendadak, jangan belok mendadak juga, semua harus dilakukan secara smooth.

 

Tanamkan iman yg benar sehingga kesulitan dan godaan hidup tidak membuat mereka murtad. Ajar  hidup dg spirit takut akan Tuhan.

 

Ad 2. Etika yg benar.

 

Sesama manusia harus saling menghormati, mengutamakan orang lain, melayani, menyapa, memberi senyum sebagai keramahan, hangat dalam pergaulan.

 

Jangan meremehkan, membully, bertindak berkata kita tidak sopan.

 

Etika dlm bekerja diajarkan juga, perlu diperhatikan. Jangan pernah meminta kenaikan gaji dg WA itu sangat tidak sopan seolah olah menekan atasan karena atasan memerlukan kamu. Itu tidak benar dan tidak sopan.  

 

Jd dlm pergaulan dan pekerjaan etika harus benar benar dijaga.

 

3. AD 3. Skill, Knowledge dan Creativity.

 

Pengetahuan itu penting tp jangan pengetahuan membuat kita sombong/arogan atau sok tahu. Kenapa demikian? Karena pengetahuan akan terus berkembang dan tidak 100% pengetahuan itu benar secara absolute. Saya taruh pengetahuan pada prioritas ketiga artinya walaupun penting tp tanpa basic mental, iman dan etika maka pengetahuan kita tidak bisa membuat hidup kita maksimal. Ajarkan itu.

 

Semua di dunia ini hukumnya relative jadi memaksakan sesuatu yg relative menjadi absolute tentulah bukan tindakan yg benar. Bahkan pengetahuan Firman Tuhanpun yg dianggap absolute ternyata memiliki relativitas yg tinggi jugà. Banyak koreksi koreksi yg akhir akhir ini terjadi menjadi suatu gerakkan transformasi ini sangat luar biasa. Roh Kudus akan memimpin kita mengenal seluruh kebenaran walau selama di bumi kebenaran itu tidak akan sempurna.

 

1 Korintus 13:9-10 (TB)  Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. 

Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. 

 

Dalam ketidaksempurnaan nubuat dan pengetahuan tetap ada kasih yg sempurna yaitu kasih Kristus.

 

Skill (keahlian) tertentu penting dimiliki anak kita shg dia bisa expert di sana.

 

Menggabungkan knowledge dan skill agar produktif perlu anak kita mengembangkan creativitasnya.

 

Ad 4. Pèrgaulan yg Sehat dan Benar.

 

Setelah 3 pilar itu di bangun tanpa pergaulan yg sehat dan benar semua akan runtuh. Pilihlah pergaulan yg sehat dan benar tanpa narkoba dan free sex. Pilihlah komunitasmu yg saling membangun.

 

Dalam etika pergaulan, Anda harus saling menghargai, saling memberi; jangan menuntut diberi tp utamakan apa kontribusimu dlm memberi shg anak Anda bisa disenangi dlm pergaulan.

 

Suatu hari saya bertanya pd anak saya " Itu ada gelas Starbuck di mobil. Kamu beli Starbuck semalam?" Dia jawab "Tidak".  "Lho kalian kumpul di Starbuck kamu tidak beli Starbuck" balas saya. Dia jelaskan "Iya saya di kasih teman sisa dia krn sudah kenyang". Lalu saya mengkoreksi anak saya : "Lain kali kamu tetap beli yg murah saja demi kebersamaan. Sebenernya teman kamu bukan kenyang tp dia memiliki rasa solidaritas yg tinggi maka kamu diberi. Dia teman yg baik perlu kamu tahu tp tidak boleh sepeŕti itu terus". 

 

Jangan anak Anda berpikir mencari untuk diberi terus tapi ajarkan kalau anak kita mampu maka harus berpikir memberi, karena  itu harga sebuah pergaulan yg baik dan sehat. 

 

Jadi keempat pilar itu perlu kita siapkan agar kita bisa membidikkan anak panah kita dg bangga dan kita tidak menjadi malu karena anak kita bisa mencapai destination nya dg maksimal. Kalau hanya pilar knowledge yg Anda bangun, siap siaplah Anda dipermalukan dan hilang kebanggan Anda.

 

EPA 16072019

 

Berita Terkait