Indonesia - English

JUST DO IT

JUST DO IT

 

Banyak sekali orang selalu ragu ragu di dalam mengambil keputusan apalagi melangkah mengerjakan sesuatu. Sifat inilah yang membuat orang sulit untuk maju. Padahal ketika kita melangkahkan kaki kita pada langkah pertama maka kita juga akan melanjutkan ke langkah kedua, ketiga dan seterusnya hingga kita mampu mencapai tujuan kita.

 

Ada harga dalam langkah pertama itu, ada konsekwensinya. Tetapi dibalik konsekwensi ada tanggung jawab besar untuk kita mengerjakan dengan lebih serius. Ketika kita lakukan semua itu pandangan dan pikiran kita makin luas. Pengetahuan bertambah dan semua koneksitas mulai bertemu dan terhubung. Segala sesuatu yang tidak pernah kita lihat bahkan tidak pernah kita pikirkan sebelumnya jadi kita lihat dan pahami dan kita akan tahu dengan lebih baik langkah dan arah kita berikutnya.

 

Ketika pertama kali kita belajar mengendarai mobil, kita tegang dan mengemudi dengan sangat hati-hati. Waktu itu mobil kebanyakan masih manual. Masih sering mati mesin dan salah dalam mengoper gigi persneleng. Ketika kita menabrak waktu parkir, kita sangat kaget dan takut. Sekarang kita sebagai orang tua, izinkanlah anak anakmu membuat kesalahan tidak perlu dimarahi ketika mobil kita tertabrak ketika dipakai belajar parkir. Semua pelajaran ada harga yang harus di bayar. Kalau gara gara menabrak lalu Anda marah dan melarang anak Anda untuk belajar nyetir, saya kuatir anakmu tidak mau lagi untuk belajar, takut membuat kesalahan.

 Dihadapan sang Ayah sang anak tidak boleh bersalah.

 

Pembelajaran dalam kehidupan tidak selalu cepat tapi lebih banyak memerlukan waktu yang panjang. Perlu ketekunan dan kesabaran. Tekun melatih hingga kita benar benar menjadi orang yang mahir dan barulah  kesuksesan akan mendatangi hidup kita. Saya illustrasikan pelari sprinter dan marathon. Keduanya sama sama lomba lari tapi memiliki tekhnik pemenangan yang berbeda. Pelari spinter belum tentu bisa kuat di Marathon begitu juga sebaliknya. Masing2 memerlukan latihan yang tekun. Latihan tehnik maupun stamina. Sprinter melatih kecepatan dalam jarak 100-200 meter. Sedangkan pelari marathon tidak memerlukan sprint  dalam menit pertamanya, dia hanya perlu menjaga posisinya menempel tidak jauh dari orang yang paling kuat larinya dan baru 200 M terakhir dia akan habis habisan melakukan sprint dengan seluruh tenaga sisanya. Apabila pelari marathon melakukan sprint di 200 M pertamanya, dia akan kehabisan nafas dan bisa gagal menyelesaikan pertandingannya.

 

Akhir kata saya support Anda olahragawan kontingen Indonesia untuk membawa keharuman nama Indonesia bukan saja di mata Asia tapi juga di mata dunia.

 

Selamat berlatih selamat bertanding dan jadilah lebih dari sekedar menang.

 

EPA 10/08/2018.
www.ipmfoundation.org

Berita Terkait

Harga Velg Mobil Velg Mobil Modifikasi Mobil Spooring Mobil Finish Balance Harga Ban