Indonesia - English

SATU BAHASA

SATU BAHASA

Dalam sebuah keluarga dibutuhkan 1 bahasa, sehingga seisi rumah dapat memahami dan bersepakat ke arah mana mereka akan dan harus berjalan. Satu bahasa di sini bukan berarti Anda tidak bisa menggunakan bahasa lain dalam komunikasi, tetapi Anda menggunakan bahasa yang seisi rumah pahami, sejalan dengan tujuan dan harapan seisi rumah tersebut. Untuk menyatukan bahasa, tentulah seisi rumah, ayah, ibu dan anak anak harus duduk bersama, menampung semua aspirasi yang ada dalam diri mereka semua, sehingga semua aktivitas yang ada, semua anggota keluarga dapat saling mendukung. Jadi satu bahasa artinya : - 1 tujuan yang sama, walau di dalamnya banyak tujuan yang dicapai, tapi ada kesamaan tujuan yaitu ketercapaian atau kesuksesan dan kebahagiaan bersama seisi rumah. - 1 pelayanan, artinya dalam keluarga sepakat melayani Tuhan bersama sama sesuai talenta masing masing anggotanya. - 1 harapan harapan yang sama, walau di dalamnya ada banyak harapan harapan kecil yang menjadi bagiannya. - 1 team, tidak ada team yang lebih kuat dari team yang namanya keluarga, walau terlihat kecil, tapi kekuatan persatuan mereka sangat luar biasa. Waktu Menara Babel, bahasa mereka dikacaukan, mereka terserak keseluruh penjuru bumi. Mereka tidak dapat bersatu, karena bahasa mereka berbeda, sehingga banyak sekali missunderstanding yang terjadi, sehingga mereka terpaksa harus meninggalkan sahabat sahabat lama mereka dan mereka pergi bersepakat dengan anggota keluarga yang sebahasa dengan mereka. Waktu mereka 1 bahasa mereka dapat membangun menara Babel, tetapi setelah mereka tidak lagi 1 bahasa, berkumpul saja mereka tidak bisa, banyak kesalahpahaman terjadi, komunikasi menjadi sulit dimengerti. Di sini menunjukkan faktor bahasa adalah sangat penting. Bahasa itu harus bisa dimengerti/dipahami. Ketidakjelasan perintah akan berakibat kejengkelan bagi yang memerintah dan yang diperintah. Anda dapat bayangkan dalam 1 keluarga, anak anak tidak mau tahu kesulitan orang tua, padahal mereka sudah beranjak dewasa, seolah oleh mereka tidak berhutang budi pada orang tua mereka, bahkan anak anak mendendam pada orang tua mereka. Mereka berpikiran saat saya kecil penuh penderitaan, saya tidak pernah bahagia, itu karena kesalahan orang tua yang miskin. Jadi sekarang saya mau menikmati kesuksesanku sendiri. Coba Anda balik, seberapa besar orang tua telah berkorban untuk tidak menikmati kesenangannya sendiri demi memelihara hidup Anda. Kalau Anda dapat melihat itu, artinya kalau Anda sekarang telah lebih sukses, inilah waktu Anda mulai membahagiakan orang tua Anda. Kami datang melayani dalam sebuah keluarga, mereka sedang dalam proses kebangkitan ekonomi yang baru saja bangkrut. Anak anak mereka masih juga belum memahami situasi bahaya yang sedang mereka alami, juga tidak tahu apa yang harus mereka lakukan, sehingga mereka bersikap acuh tak acuh. Saya berkata, kalian dalam kapal yang sedang akan karam dan hampir tenggelam, kalau kalian dalam situasi seperti itu, kira kira apa ada yang masih mau tidur pulas di kamar, bermalas malasan? Apa reaksi Anda? Tentulah Anda akan berusaha menutup kebocoran itu, atau memompa air keluar atau yang terburuk menyiapkan sekoci untuk menyelamatkan anggota keluarga kalian bukan? Mungkinkah Anda tidur dalam situasi seperti ini? Mereka sepakat tidak bisa tidur. Jadi semua anggota keluarga harus bergerak agar kapal tidak tenggelam. Kalau Kalian tahu rumah kalian ini akan disita Bank dan saat ini Anda sudah menemukan cara menyelamatkan dengan usaha baru yang kalian rintis, apakah masih ada yang mau berdiam diri? Istri saya langsung bagi tugas pada mereka, Mama bagian produksi, Papa bagian distribusi, anak anak bagian administrasi dan computer. Semua harus bekerja. Business planpun harus dibuat agar biaya rumah tangga dapat tercover dengan produksi cake ketan hitamnya. Kapasitas produksi harus ditingkatkan 2-3 x secara bertahap. Pasar juga harus menyerap agar tidak ada produksi yang tidak laku. Ada daerah yang cake harus dijual terpotong potong. Ada yang bisa dijual utuh. Sisa produksi, harus siap dibuat bagelan untuk dititip ke warung kopi sehingga memperkecil resiko kerugian, semua akan balik menjadi uang. Mereka senang karena semua anggota keluarga mengerti apa yang harus dikerjakan. Mereka hidup dari gaji dan biaya biaya masuk biaya produksi, hutang KPR dibayar perusahaan, sebagai fasilitas tempat usaha. Ternyata masalah yang rumit, kalau ditemukan kesepakatan dalam keluarga dapat ditemukan solusinya. Yang terpenting lagi, mereka setiap jam 21.00 harus berkumpul berdoa mengucap syukur, dan saling melepaskan berkat, bahasa yang tadinya nadanya negatif harus dirubah menjadi bahasa yang positif. misalnya kalau ada kegagalan mengantar, biasanya kata katanya ,"Dasar pemalas, cuman bisa makan tidur saja". Kini bahasanya, "Pa hari ini Papa gagal kirim ke A, jadi kita ada kekurangan pemasukan dari A, besok diatur lebih baik lagi ya, jangan sampai langganan hilang". Tujuannya sama, tapi kata kata positif pasti lebih baik responnya dari pada kata kata negatif. Karena memang saat melampiaskan kata negatif, kita puas, tapi dampaknya bukan perbaikan, karena yang menerima kata negatif itu akan bereaksi negatif juga. Tapi kalau kata kata positif, maka reaksinyapun akan positif. Senyum optimisme akhirnya mulai mengembang di wajah mereka semua. Kita doakan mereka semakin di pulihkan dari hari ke hari. Anda juga kalau mau memesan cake ketan hitam mereka, silahkan menghubungi hotline kami di 087875000030. Sementara mereka sanggup melayani wilayah Tangerang karena mereka sudah mulai kebanjiran order. Galatia 6:2 2) Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. Dengan satu bahasa, kesepakatan, kesehatian, saling support dan kata kata positive, maka kita akan lebih optimis 2014 akan kita capai hasil lebih baik lagi. Satukan bahasa kalian, 2-3 orang berkumpul dalam namaKu, Aku hadir di tengah tengah mereka. Kesepakatan menghadirkan Tuhan dalam persekutuan kita. Kata kata negative ditabur akan menuai badai, kata kata positve ditabur akan menuai buah yang manis dan enak. Kata kata positive akan membangun hal yang positive juga. Ubah bahasa kita menjadi 1 bahasa dan kata kata kita lebih baik lagi.

Elia Paul Ang dalam Inspirative Power Ministry.

Berita Terkait