Indonesia - English

DIPLOMASI

DIPLOMASI

Diplomasi adalah sesuatu ilmu dan seni untuk menjelaskan sesuatu hal yang kita inginkan untuk pencapaian yang lebih maksimal. Dahulu saya orangnya apa adanya dan bukan ada apanya. Itu baik, tetapi saya bersyukur ada teman yang menegor saya dengan berkata, "Paul kamu terlalu kaku dan selalu berkata apa adanya". Lanjutnya "Itu bagus, namun tidak semua orang bisa menerima hal itu, kamu akan mengalami banyak benturan dan banyak kesulitan dalam berkomunikasi apabila kamu langsung apa adanya, kamu perlu sedikit fleksibel untuk menanggapi situasi di sekelilingmu dan kefleksibelan itu akan mencairkan suasana menjadi lebih baik dan akhirnya orang orang di sekelilingmu kalau sudah memahami maksudmu akan mendukung kamu lebih baik lagi". Mereka memerlukan dorongan dan motivasi dari kamu, kira kira nasehatnya seperti itu. Saya bersyukur sekali mendapat nasehat emas ini. Nasehat itu saya dapatkan sekitar tahun 1995/1996 dan orang yang memberi nasehat saya memberikan contoh kehidupannya, kebetulan saya seruangan jadi saya mendapat contoh tehnik dia berkomunikasi.

Walau dia diserang oleh lawan bicara, dia tidak menjadi reaktif menyerang balik, dia bisa tersenyum, lalu dengan sangat piawai menjadikan situasi cair dan akhirnya pembicaraan dimenangkan oleh dia. Saat dia tersenyum, pikiran dan hatinya dipenuhi inspirasi positive. Mungkin dia tidak menyadari kalau dia telah mengajarkan kepada saya tehnik berkomunikasi yang baik dan saya dengan cepat mempelajarinya. Sampai sampai suatu saat dia memuji saya, "Paul sekarang sudah tidak sekaku dulu, dia sudah lebih enak dalam berkomunikasi". Jadi ilmu berkomunikasi itu bisa dipelajari, makanya disebut ilmu komunikasi dan dapat dinikmati, makanya di sebut seni berkomunikasi. Seni berkomunikasi ada macam macam, komunikasi verbal, komunikasi bahasa tubuh, komunikasi tulisan. Masing masing memiliki seninya sendiri. Juga ada komunikasi satu arah, walau bentuknya lebih tepat seperti memberi informasi atau membaca berita, tetapi dengan sentuhan seni akan menjadi seperti komunikasi yang sangatefektif, karena pendengar seperti sedang berbicara kepada kita secara langsung, pertanyaan pertanyaan yang muncul di benak pendengar dapat memperoleh jawabannya, jadi tidak seperti orang yang sekedar membaca pengumuman. Seni komunikasi ini sangat penting, kalau kita mau mengurangi missunderstand yang terjadi di sekeliling kita. Betul kita memerlukan orang jujur, orang yang tidak sepaham dengan kita belum tentu bukan orang yang tidak jujur, orang itu bisa saja karena belum mengerti secara utuh pemikiran kita, karena sudah terbiasa pola kerja yang lama. Dia mungkin takut tidak bisa mengerjakan dengan cara baru karena apabila ada kesulitan, dia akan bingung mengatasi kesulitannya.

Jadi kalau mau mendapat dukungan pekerjaan cara baru, ajarkan dengan sabar caranya dengan berkomunikasi person by person, sehingga apa yang kita maksudkan orang bisa memahami dengan baik. Ingat mesin saja perlu waktu untuk menciptakan program untuk mesin dapat dijalankan, manusia tidak beda jauh dengan mesin, untuk menginstsll program dalam pikiran manusia, apalagi merubah gaya bekerja, tidak cukup dikatakan sekali, harus berkali kali. Trainerpun dalam melatih atlitnya harus terus mengulang ulang, sang atlit tetap saja melakukan kesalahan yang sama, tapi trainer terus membetulkan cara kerjanya tanpa lelah dan pantang menyerah . Setelah melatih ratusan atau bahkan ribuan kali suatu gerakkan yang benar, hasilnya atlit tersebut tercipta dan menjadi juara.

Melatih juga tergantung intelektual orang yang dilatih, semakin lemot, semakin membutuhkan pengulangan lebih banyak, semakin tinggi intelektualnya semakin cepat dia belajar. Semakin kuat dan fleksibel ototnya, semakin mudah suatu gerakkan diajarkan, tetapi kalau tangannya kaku, misalnya latihan bulutangkis, harus dilakukan pukulan yang sama berulang ulang,bsampai dia ahli di pukulan tersebut. Namun intelektual bukan segalanya, mental itu juga mempengaruhi, walau intelektual tinggi tapi mentalnya bukan mental juara, maka akan ada hambatan juga dalam menerima pelajaran. Apalagi kalau berkomunikasi di publik, itu sangat sulit, karena intelektual dan mental pendengar itu sangat variatif. Perkataan yang bagus, tidak semua orang dapat merespon bagus, ada juga yang malah menjadi negatif. Latar belakang pendengar akan mempengaruhi respon yang terjadi. Perkataan tegas dan langsung itu baik, tetapi banyak orang juga menjadi bingung dan takut, karena itu perlu seni berkomunikasi dipelajari. Kenapa semua negara di dunia memerlukan Diplomat. Tugas diplomat adalah melakukan diplomasi untuk menjalin hubungan penting negaranya dengan negara dia tinggal dapat tetap rukun, dia menjadi duta, utusan penting untuk dapat menjelaskan segala sesuatu, hal penting , issue penting yang sedang beredar, demi menjaga kerukunan hidup bernegara. Akibat hubungan diplomasi yang terganggu akan memberi dampak langsung kerugian lainnya yang lebih besar, bahkan diplomasi yang gagal dapat mendatangkan peperangan baik secara media bahkan lebih jauh lagi. Matius 10:16 16) Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Diplomasi adalah belajar menjadi cerdik dalam berkomunikasi. Seperti ular, bukan menjadi ular, hanya kecerdikannya yang diambil. Kenapa Yesus berkata ular itu cerdik? Padahal dia hanya binatang yang bego dan kerjaannya bermalas malasan saja. Ternyata sejarah kejatuhan manusia karena tipu daya ular di Taman Firdaus.

 

Elia Paul Ang dalam Inspirative Power Ministry.

Berita Terkait

Harga Velg Mobil Velg Mobil Modifikasi Mobil Spooring Mobil Finish Balance Harga Ban