Indonesia - English

AHOK BERJAYA

AHOK BERJAYA

Masih ingat tokoh Ahok yang bukan wagub Jakarta dalam kisah seorang manager yang jujur? Ahok memulai usahanya dengan mobil pick up butut dan setiap hari menggunakan kaos oblong dalam bekerjanya dan setelah 15 tahun bekerja dia menjadi orang sukses yang sudah keliling dunia bersama seisi rumahnya, memiliki rumah dan kantor yang mewah dan beberapa mobil yang mewah? Sering kali banyak orang hanya melihat di hasil akhirnya, menjadi sukses secara materiil. Padahal proses kehidupan yang di alami Ahok juga tidak mudah, perjuangan yang panjang juga kegagalan dan kebangkrutan dia pernah alami. Sebenarnya kunci kesuksesan Ahok bukan ada di hasil akhir, tapi kunci kesuksesan Ahok ada di kekuatannya untuk bertahan saat proses kehidupan itu berjalan. Saat Ahok bertahan, Ahok mulai menemukan jalan jalan baru yang menjadi terobosan untuk kehidupan dan pekerjaannya. Dia bertemu dengan orang orang kunci yang mempercayai dia dan memberi dia kesempatan untuk bangkit, karena dia menunjukkan nilai juang yang luar biasa. Saya mengamati banyak jalan hidup orang dan hampir semua orang bahkan mungkin semua orang pernah mengalami proses jatuh bangun. Kenapa saya katakan hampir semua orang, karena saya tidak betul betul pernah menanyai semua orang yang ada di bumi ini, tetapi kenapa saya yakin semua orang pernah jatuh bangun? Karena semua orang belajar dan orang belajar pasti ada yang berhasil, ada yang gagal, sejak kecil saat kita belajar berjalanpun, kita sudah terbiasa jatuh dan bangun. Kalau saat itu kita jatuh dan orang tua kita larang kita belajar berjalan lagi, mungkin kita tidak akan pernah bisa berjalan, karena otot otot di kaki kita tidak akan terbentuk dan terlatih. Jadi proses jatuh bangun itu adalah suatu proses yang alami karena kita belajar berusaha, hanya saja ada orang yang selalu bisa bangkit kembali, tapi ada orang yang tidak bisa bangkit kembali setelah kejatuhannya dan ada orang yang mulai menarik diri dari perjuangan, menyerah pada nasib yang gagal dan selanjutnya hidupnya bergantung pada belas kasihan orang lain, makan minum gratis, tanpa adanya perjuangan, menikmati pensiun dini.

Pernahkah Anda berpikir, orang yang memberi gratis makanan Anda ini bila sewaktu waktu dipanggil Tuhan, apakah Anda terpaksa harus memulai usaha Anda sendiri lagi, padahal mental Anda sudah bergantung pada dia. Apa tidak menjadi semakin buruk kondisi Anda? Selama kita masih diberi kekuatan dan kesehatan, mulailah bangkit untuk memulai lagi. Ah hasilnya kecil, tidak sebanding dengan kerjanya? Lho, semua dimulai dengan kesetiaan pada perkara kecil. Kalau Anda pelajari Ahok, dia mulai dari keuntungan usahanya yang 1 biji hanya untung Rp1.000-2.000, tapi dia selalu bersyukur. Saat Ahok dapat uang sedikit, dia mencukupkan diri dari uang yang kecil itu, saat Ahok mendapat uang besar, dia tidak menghambur hamburkan uangnya, tetapi dia mulai menabung dan investasi untuk masa depannya. Karena dia tekun, disiplin, dia mulai mengenali karakter uang itu sehingga Ahok setelah 15 tahun bekerja sudah menikmati manfaat investor itu, uang bekerja untuk Ahok, walaupun Ahok tidak selalu hadir, uang tetap bekerja untuk Ahok. Dia punya beberapa tempat usaha yang disewakan dan mendapat hasil setiap bulan. dia punya kebun yang panennya bisa bergantian setiap bulannya. Perjuangan Ahok sudah lebih ringan dari sebelumnya, padahal lebih banyak yang dikerjakan. Ahok sudah bisa mengangkat beberapa orang kepercayaannya untuk menduduki jabatan manager. Walau kerjaan Ahok lebih ringan, namun hasil yang di dapat Ahok semakin besar. Saat Ahok di posisi seperti ini, Ahok semakin efektif di dalam melayani Tuhan. Tetapi banyak orang silau dengan kesuksesan Ahok, sehingga orang mengira Ahok tidak bekerja, hanya pelayanan saja tapi kehidupannya tercukupi. Banyak orang tidak tahu kalau semakin banyak Ahok dibantu staffnya mengerjakan usahanya, sehingga orang mau ikut ikutan, tapi hasilnya semakin terpuruk. Jangan silau dengan kesuksesan, belajarlah dari prosesnya. Baca kisah sukses orang orang terhebat di dunia ini, ambil pelajaran dari prosesnya, maka kita akan menjadi semakin berhikmat. Roma 5:4-5 4) dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. 5) Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Saya juga mengamati, anak anak Tuhan terlalu lemah dalam perjuangannya, karena terlalu mengharapkan kasih karunia. Spirit untuk perjuangan begitu rendah. Padahal kasih karunia bukan sebagai alasan kita bermalas malasan. kasih karunia bukan berarti semua orang harus memahami saya. Bukan untuk itu kasih karunia ada. Perjuangan harus dengan sepenuh hati, kesulitan adalah tantangan kita untuk maju. Kalau orang percaya hutang, wajib membayar, jangan punya mental belas kasihan, mental itu akan melemahkan perjuangan kita. Justru karena kita terpikir membayar hutang, hikmat Tuhan akan mengalir di dalam perjuangan kita dan kita semakin sungguh sungguh bekerja agar kita dapat terbebas dari hutang. Buat tangan dan kaki kita rajin melayani hidup kita agar mendatangkn kekayaan. seperti Ahok dia mengumpulkan dari setiap receh yang ada hingga akhirnya dia boleh menikmati dari jerih lelahnya. Hidup adalah perjuangan, bukan hidup adalah belas kasihan. Kasih karunia adalah hadiah dari kehidupan, bukan untuk menghentikan perjuangan kita dan menjadi pemalas. Pemalas adalah sahabat si miskin. Orang rajin adalah sahabat kekayaan. Masih ada hari ini dan hari esok, putuskan hari ini, jangan esok, karena esok akan menjadikan engkau seorang pemalas, tetapi hari ini akan menjadikan engkau orang yang rajin. Elia Paul Ang dalam Inspirative Power Ministry.

Berita Terkait