Indonesia - English

PEMBALIKAN SITUASI

PEMBALIKAN SITUASI Pernahkah Anda dalam situasi yang tidak menguntungkan sehingga Anda berada dalam posisi yang serba salah dan Anda tidak bisa membela diri Anda sendiri? Anda terpojok, padahal Anda tidak melakukan apa yang dituduhkan pada Anda dan Anda tidak dapat membela diri. Pernahkah Anda difitnah sehingga berakibat Anda mengalami kerugian yang luar biasa, usaha menjadi rugi atau Anda dikhianati sehingga kongsi Anda pecah? Anda menjadi hidup sengsara, menderita karena pengkhianatan itu. Apa reaksi Anda? Marah, berontak, down dan tidak mau bangkit kembali, ingin menuntut ganti rugi? Ingin melakukan pembalasan dengan kekerasan dan cara yang kejam lainnya? Ingin meneror dan mengimidasi orang yang membuat diri kita hancur? Dalam kemarahanmu jangan engkau berbuat dosa. Jangan engkau membuat situasi semakin keruh. Jangan menggunakan kekuatanmu sendiri dalam melakukan pembalasan. Apa yang dapat kita lakukan? Berdoalah memohon kasih karunia dan kekuatan untuk bisa bangkit kembali. Ampuni orang yang memfitnah kita atau yang mengkhianati kita. Percayalah pembalikan situasi dari pihak Tuhan akan terjadi di kemudian hari, karena Allahlah yang memiliki keadilan dan penghakiman. Kita tidak perlu melakukan pembalasan, tugas kita adalah mengampuni. Jangan pula dendam karena kejahatan seseorang. Beberapa dari kita akan bereaksi, enak saja mengampuni, dia terlalu kejam dan hidup saya telah hancur dibuatnya. Saya sebagai hamba Tuhan akan mengingatkan saudara saudaraku, tidak ada orang lain yang dapat menghancurkan kehidupan kita. Sejahat apapun orang itu, kalau kita tidak memberi peluang negatif, tidak mungkin dia bisa menghancurkan kita, kalau kita memutuskan tidak mau kalah dengan situasi yang ada. Jangan didikte oleh situasi, tetapi ciptakan situasi menjadi positive bersama sama dengan pertolongan dan hikmat dari Tuhan, bangkitlah! Dalam Alkitab kita lihat banyak contoh orang yang tertindas dan teraniaya, seperti Yusuf dan Daud. Semua hamba Tuhan ini sempat mengalami kehancuran yang sangat mendalam, mereka tidak memberontak, mereka percaya pada Tuhan dan Tuhan tolong mereka, Tuhan memulihkan bahkan mengangkat mereka ke tempat yang tertinggi yang Tuhan sudah siapkan sejak awal, saat mereka masih sangat muda. Yusuf dikabarkan sudah mati diterkam binatang buas, padahal oleh saudara saudaranya dijual menjadi budak. Penderitaannya belum berakhir. Dia difitnah istri Potifar. Dipenjara tanpa ada kejelasan hukuman sampai kapan. Sepertinya habis sudah hidup Yusuf. Apalagi yang mau diharapkan? Tidak ada lagi. Marahkah Yusuf? Berontakkah Yusuf? Sedihkah Yusuf? Ya tentu dia merasakan sedih sebagai manusia biasa, walau Alkitab tidak menggambarkan kesedihannya. Yang dicatat Alkitab adalah, dia tetap mengerjakan pekerjaannya dengan rajin hingga kepala penjarapun mempercayakan pekerjaannya pada Yusuf. Pembalikan situasi dari pihak Tuhan pasti terjadi. Orang yang mengandalkan Tuhan akan melihat dan menyaksikan situasi itu akan datang atasmu selama engkau tidak menuntut balas dengan kekuatanmu, selama kita bisa mengampuni orang yang bersalah pada kita. Ajaibnya lagi, situasi berubah hanya gara gara Yusuf dapat mengartikan mimpi. Sesuatu yang tidak masuk di akal. Bahkan Firaun tidak ada pertimbangan keberatan sedikitpun kalau dia adalah orang yang sedang di hukum, walau kesalahannya tidak terbukti karena tidak pernah dibuktikan. Bagaimana dengan Daud? Daudpun tidak pernah ingin melawan Saul maupun anaknya sendiri Absalom. Daud lebih memilih lari dari mereka, walau sebenarnya kalau Daud mau melawan pasti bisa menang, tapi Daud lebih memilih menyingkir. Pembelaan dari pihak Tuhan dan akhirnyapun Daud menjadi raja yang luar biasa kokohnya. Anda yang ingin membalas kejahatan, stop, batalkan rencana Anda, karena rencana Anda akan menghancurkan hidup Anda semakin dalam. Doakan orang orang itu, berkati kehidupan dan keluarganya, Anda sedang menaruh bara api di atas kepala orang itu. Bara ini akan terus membakar dia, sehingga kehidupannya akan jauh dari kata tenang. Kelihatannya di hadapan manusia, dia menang, tetapi dihadapan Allah, dia sedang berperkara. Tentulah dia wajib mempertanggungjawabkan masalah ini di pengadilan Allah, bukan pengadilan manusia. Waktu nanti yang berbicara. Apakah kita akan mendapatkan kembali yang diambil dari kita? Bisa ya, bisa tidak, tetapi kalau kita tidak terpuruk olehnya, kita dapat membangun kembali lebih baik hidup kita dan kita dapat memperoleh lebih dari yang kita telah hilang dengan hikmat dan kekuatan yang baru yang Tuhan berikan pada kita. Matius 18:21-22 21) Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" 22) Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Kalau kita tidak diampuni dosa kita, saya tidak bisa membayangkan betapa beratnya hukuman kita, tetapi karena kita sudah terlebih dahulu diampuni dosa kita, maka kitapun wajib mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Elia Paul Ang dalam Inspirative Power Ministry.

Berita Terkait