Indonesia - English

HARGA DIRI YANG TERUSIK

Harga Diri yang Terusik

Terkadang kita mendengar ada orang yang harga dirinya terusik dan dia memutuskan untuk tidak mau berhubungan lagi dengan orang yang tadinya tidak ada masalah. Sepertinya semuanya memang harus berakhir karena perasaan yang tersinggung. Sepertinya harga diri kita di atas segala galanya, sepertinya kita adalah manusia yang sempurna yang juga tidak pernah membuat orang lain terusik harga dirinya. padahal kalau kita jujur, semua masalah itu pasti ada sebab dan akibat. tidak mungkin suatu masalah tiba tiba ada karena tidak ada sebabnya, jadi andil kesalahan semua pasti ada. Dalam keluargapun berkomunikasi sering terjadi friksi, itu semua adalah hal biasa kalau kita dapat memahami satu sama lainnya. Banyak orang merasa dirinya sudah tidak diterima, tidak dihargai lagi sehingga dia meninggalkan ibadah yang diwajibkan bagi orang percaya. Bagaimana kita dihargai tergantung pada diri kita bersikap. Kalau kita ingin semua orang menghargai kita, tentulah itu tidak mungkin. Bersyukurlah kalau kita tidak dihargai, karena Tuhan Yesus saja saat datang ke dunia, Dia tidak dihargai, sehingga harus lahir di kandang domba yang hina. Bahkan rumah rumah tertutup, tidak bisa menerima Ibu hamil yang akan melahirkan. Semua pintu tertutup. Kalau Tuhan saja mengalami demikian dan Dia tidak undur dari pelayananNya karena ada misi yang di bawanya. misi yang di bawa lebih tinggi nilainya dari hanya sekedar harga diri. Saat seorang sales belum berhasil, dia mengalami banyak sekali penolakan, tetapi saat dia sukses, semua kemuliaan dia peroleh. Sales paling sering mendapat penolakan, kalau dia tergoncang dengan penolakan yang dialami atau mundur saat penolakan awal, dia dapat dipastikan akan menjadi sales yang gagal dengan masa depan yang suram. Saya mengerti banget perjuangan sales, saat saya menawarkan barang dan telepon diseberang menolak dengan kata kata kasar bahkan membanting telepon, saya pastikan karena dia belum tahu manfaat dan benefidenya membeli produk kami. Saat kami menawarkan produk kami terkadang kami membutuhkan waktu berbulan bulan bahkan ada yang hingga bertahun tahun. Menyadari hal itu, saya butuh energy yang lebih besar, jadi saya tidak boleh mundur saat penolakan awal. Saya harus dapat melihat problem yang mereka hadapi dan saya datang memberikan solusi solusi yang memang mereka betul betul butuhkan. Apa yang terjadi kalau sekali saya datang menjadi penolong mereka, karena memang mereka tidak dapat menyelesaikan masalah mereka sendiri, bagaimana reaksi mereka? Saya pastikan mereka akan berubah, bahkan mereka akan masuk dalam daftar loyal customer kita. Karena problem mesin industri itu sangat banyak dan banyak orang pabrik tidak memahami mengatasi masalahnya walaupun mereka ahlinya, mereka perlu mengerti juga ilmu pelumas untuk melengkapi pengetahuan mereka. Tentulah semua perusahaan membutuhkan loyal customer, karena dari sanalah dasar kekuatan perusahaan akan dibangun. Jangan melihat hanya kesuksesan seorang sales asuransi saat mereka mendapatkan reward ke luar negeri, tetapi pelajari saat proses dia ditolak, dihina, dicibir tetapi tetap tegar, itulah yang membuat dia mencapai prestasi yang lebih dari sekedar harga diri. Pengakuan itu tidak perlu kita paksakan seseorang harus memberikan kepada kita. Kalau seseorang belum mau memberikan kepada kita, jangan pernah putus asa dan kecewa, kalau kita dengan sungguh sungguh mengerjakannya dengan jalannya waktu, bukti bukti dapat kita berikan sehingga semuanya akan menjadi baik. Kalau setiap kali orang tersinggung dan keluar pekerjaan dan selalu terulang masalah yang sama di pekerjaan yang baru, Anda harus introspeksi diri. Sampai kapan Anda akan keluar masuk pekerjaan karena masalah tersinggung? Anda akan mengalami banyak kesulitan kalau Anda mempertahankan sikap seperti itu. Setiap interaksi selalu beresiko adanya gesekan, apalagi budaya orang berbeda beda, cara berbicara orang pun berbeda beda, ada yang halus, ada yang kasar. Saran saya, pahami orang lain berdasarkan back groundnya sehingga masalah ketersinggungan dapat diantisipasi dengan lebih baik. Banyak orang meninggalkan karirnya yang baik hanya karena masalah kecil. Terlalu mahal harga yang dibayar. Kita butuh makan, kita perlu bekerja. Mental kita harus lebih kuat dari situasi yang ada. Kalau terjadi berulang ulang, lebih baik kita berbicara hati ke hati dengan orang tersebut agar kita dapat mengatur komunikasi dengan lebih baik. Saat berbicara abaikan emosi Anda, tetapi buka logika Anda, siapa tahu memang kita juga perlu mengoreksi sikap kita. Kalau kedua belah pihak dapat saling mengoreksi, saya yakin ke depannya hubungan Anda dapat lebih harmonis. Suatu hari karyawan saya membuat kesalahan, saya tegur dengan keras dan dia tersinggung. Tapi saya salut dia berkata terus terang, dia berkata "Saya tersinggung dengan perkataan Bapak, hati saya sakit". Saya jawab dengan ringan " Kamu tidak perlu tersinggung, memang saya bukan orang yang selalu bisa berkata halus, tetapi kamu kenali hatiku, aku sangat sayang pada kamu, aku percaya banget sama kamu, cuman maafin saja kalau saya berkata kata yang menyinggung, aku sangat puas dengan pekerjaanmu, semuanya bagus". Apa yang kami hasilkan, dia mengenali saya apa adanya bukan ada apanya dan setelah kejadian itu, kita lebih menjaga komunikasi dengan lebih hati hati. Sejak kejadian itu, dia bekerja jauh lebih baik lagi sehingga promosipun dia alami, bukan sekali tapi sampai 3x dalam waktu kurang dari 1 tahun. Jadi gesekan itu tidak mungkin dihindari, tetapi gesekan itu dapat dikomunikasikan dan di manage, itulah manusia yang cerdas secara emosi yang siap menerima promosi lebih tinggi lagi. Pilih harga diri lebih dari hubungan, maka Anda tidak pernah mencapai sukses yang lebih tinggi atau memilih cerdas secara emosi, memahami situasi dan kita beradaptasi untuk mencapai kesuksesan yang lebih dari sekedar harga diri. Kalau semua berjalan seperti ini, kedamaian dan kesejahteraan akan kita alami sebagai upahnya. Berhenti motong saat kecewa. Pekerjaan yang dirintis bertahun tahun hanya diakhiri dengan kemarahan yang hanya 5 menit, suatu hal yang tragis dan bodoh. Elia Paul Ang dalam Inspirative Power Ministry.

Berita Terkait