Indonesia - English

ORANG GUNUNG

ORANG GUNUNG

Alam itu adil, dia bisa melatih stamina orang itu menjadi kuat atau lemah. Alam yang keras sering membentuk orang menjadi seseorang yang sangat kuat. Saya sering memperhatikan betapa besarnya stamina orang gunung itu, beberapa mereka telah lanjut usia, tetapi dengan santainya mereka kuat berjalan jarak jauh walaupun jalanan terus menanjak, sebagai perbandingan anak muda dari kota, baru berjalan di tanjakan beberapa meter sudah ngos ngos an, tetapi wajah wajah orang gunung ini belum menunjukkan ekspresi kelelahan. Beratnya medan yang mereka lalui setiap hari, ternyata memberikan mereka stamina yang jauh lebih kuat dari orang orang yang biasa hidup di kota kota besar.

Jadi bagi orang gunung  berjalan ber kilo kilo meter bukanlah masalah yang sulit . Kadang mereka untuk menjual sayuran ke kota harus berjalan ber kilo kilo meter tanpa henti dan tanpa ekspresi lelah. Proses pembentukan stamina ini tidak berjalan dalam waktu pendek tapi sudah dari sejak mereka kecil mereka di tempa oleh kerasnya alam. Semua berproses karena mereka harus survive di dalam kehidupan ini. Tetapi tidak semua orang mau sukses, ada beberapa orang gunung justru karena mereka tidak mau di latih oleh kerasnya alam, mereka memilih menjadi pemalas, pengangguran, apalagi suasana dingin  membuat mereka lebih suka makan dan tidur saja,  ini sangat memprihatinkan. Mereka tidak mau memanfaatkan fasilitas kesuburan tanah di sekelilingnya, mereka membiarkan ilalang tumbuh liar di ladangnya yang subur, sehingga ladang itu menjadi tidak atau kurang productive.  

Sebaliknya orang gunung yang rajin, dapat memanfaatkan kesuburan tanahnya, mereka menjadi pengusaha sukses. Alam membuat mereka menjadi kaya dan sejahtera. Mereka bangun pagi pagi dan memulai aktivitas dan tidak membiarkan tangannya bermalas malasan. Mereka memiliki perkebunan ber hektar hektar, bahkan beberapa telah beorientasi eksport.

Bagaimana dengan orang di pantai. Orang pantai biasanya lebih rajin. Para nelayan mengerti cara menaklukkan lautan luas, mereka berani bermain dengan ganasnya gelombang. Mereka mengenali saat aman untuk berlayar dan saat mereka harus menunda berlayar. Walaupun mereka mengenali saat saat itu, tapi mereka sering salah meramalkan cuaca, sehingga beberapa kali mereka terjebak di dalam amuk badai. Saya beberapa kali naik perahu di pantai Selatan yang ombaknya cukup tinggi karena berbatasan dengan laut India. Karena saya tidak bisa berenang, ombak yang besar itu cukup menakutkan bagi saya, namun saya berusaha menenangkan diri dengan berkaca pada wajah pembawa kapal. Kalau yang membawa kapal tenang, saya ikut tenang, tetapi kalau yang membawa kapal jadi panik, saya akan lebih panik karenanya. Beberapa kali kapal kami seperti terlempar ke atas dan di banting kembali ke permukaan lautan, bahkan kapal rombongan teman kami di depan kami yang hanya berjarak kurang dari 20 meter seolah olah tenggelam karena tingginya gelombang, kami tidak bisa lihat lagi. Saya harus akui, nyali orang pantai sangat tinggi. Mereka punya sejarah ada anggota family mereka yang mati tenggelam saat terjadi badai, tetapi keberanian mereka tidak pernah surut.

 Saya agak sulit mengamati orang gurun, karena Indonesia tidak memiliki gurun seperti di daerah Timur Tengah. Namun saya sempat melihat cara hidup gembala di gurun di Dubai. Entah ini asli gembala entah ini sengaja dibuat pemerintah Dubai sehingga history Dubai dapat dilestarikan. Mereka berternak unta, cara mereka hidup adalah dalam suatu komunitas dan mereka tinggal di tenda tenda. Di gurun ada tumbuh sangat sedikit rumput/belukar tetapi tidak di semua tempat, hanya beberapa tempat saja yang terpisah pisah. Kami juga melihat beberapa domba masih bisa makan walau sangat sedikit. Pakaian orang gurun panjang panjang, berupa jubah untuk menangkal teriknya panas matahari yang bisa mencapai lebih dari 45 C. Yang membuat mereka tidak terlalu merasa panas adalah di dalam tenda dan besarnya angin yang berhembus.

Jadi kita mau sukses atau tidak keputusan tergantung diri kita sendiri. Alam pegunungan   bisa membuat manusia menjadi bermalas malasan, atau menjadikan orang memiliki stamina yang kuat atau justru menjadikan pengusaha agro yang tangguh. 

Alam pantai membentuk mereka menjadi manusia pemberani yang dapat menaklukkan ganasnya lautan dengan mental mereka yang pantang menyerah.

Alam gurun mengajarkan mereka pentingnya bertahan hidup di dalam suatu komunitas. Semua keterbatas di alam serta ganasnya iklim gurun dapat mereka hadapi karena mereka selalu di dalam komunitas itu. Hewan hewan ternakpun dapat bertahan karena manusialah yang mengumpulkan makanan untuk mereka.

Roma 12:12, 21

12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Jadi untuk dapat berhasil menurut Firman Tuhan kita perlu bersukacita dalam pengharapan, karena dalam sukacita itu kita menemukan energy untuk terus bertekun dalam pengharapan kita, sabar dalam kesesakan, karena dengan kesabaran ini kita dapat bertekun mencapai apa yang kita sudah usahakan, jangan menyerah sebelum hal itu dicapai dan bertekun dalam doa karena kita orang beriman nafas hidup kita adalah doa yang beriman serta mengalahkan kejahatan dengan melakukan kebaikan, di situlah kecerdasan emosi kita di asa. Itu kunci sukses kita hari ini.

Elia Paul Ang dalam Inspirative Power Ministry.

Berita Terkait