Indonesia - English

Ketika Kita Percaya

KETIKA KITA PERCAYA

Ketika kita percaya, harapan akan terjadi, waktu dan proses saja yang harus kita lalui.

Ketika kita tidak percaya, tiada harapan, tiada masa depan, semua menjadi gelap dan tidak ada kepastian.

Ketika para murid percaya, badaipun diredakan.

Ketika para murid tidak percaya, mereka seolah sedang menghadapi saat saat maut akan tiba.

Ketika Petrus percaya, dia dapat berjalan di atas air, mengatasi kemustahilan.

Ketika Petrus tidak percaya, dia mengira Tuhan itu hantu dan dia mulai tenggelam.

Ketika murid murid percaya, mereka menjala ikan hingga kapal hampir tenggelam.

Ketika murid murid tidak percaya, semalam malaman menjala ikan namun tanpa hasil.

Ketika Paulus percaya, Tuhan banyak membuat perkara besar dalam hidup Paulus.

Ketika Saulus tidak percaya, dia menjadi musuh dari Allah yang hidup dan membantai orang percaya.

Ketika Thomas percaya, dia memberitakan Injil sampai jauh ke India, negeri yang belum pernah dikenali bangsa dan bahasanya dia dapat jangkau.

Ketika Thomas tidak percaya akan kebangkitan Yesus, dia menentang berita kebangkitan Yesus dan mengeraskan hatinya untuk mempercayai apa yang Yesus pernah katakan sebelumnya tentang kebangkitanNya dari antara orang mati dengan menuntut ingin mencucukan jarinya ke lubang paku di tangan Yesus.

Ketika Musa percaya, dia dipakai Allah melakukan banyak mukjizat dengan tongkat di tangannya.

Ketika Musa tidak percaya Tuhan sanggup memberi makan kepada bangsa Israel, Tuhan menjadi kecewa karena Musa.

Ketika janda Sarfat percaya, tepung dan minyak tidak pernah habis selama musim kemarau yang panjangnya 3,5 tahun janda ini di pelihara Tuhan.

Ketika janda Sarfat tidak percaya, dia sedang dalam kemiskinan karena akan memakan roti terakhirnya dan kemudian mati.

Ketika Elia percaya, dia menurunkan hujan yang begitu lebat dan mengalahkan para nabi palsu.

Ketika Elia tidak percaya, dia lari ketakutan terhadap pencabut nyawanya.

Ketika Abraham percaya, dia menjadi bapa orang beriman.

Ketika Abraham tidak percaya dan merasa perlu menolong Tuhan, membuat dia mengambil istri dari seorang hamba dan menjadi bapak bagi keturunan hamba juga.

Ketika Yakub percaya, tangannya diberkati Tuhan, apa saja yang diperbuat berhasil berlipatganda.

Ketika Yakub tidak percaya, dia menjadi penipu dengan membalut tangannya dengan kulit binatang.

Ketika orang percaya, keselamatan akan datang atas hidup orang percaya itu.

Ketika orang tidak percaya, dosa dosanya senantiasa membebani kehidupannya.

Kalau kita boleh menyaksikan perbedaan kehidupan yang di dapat orang percaya dan yang tidak percaya, seharusnya kita menjadi lebih bijaksana di dalam memilih jalan hidup kita sebagai orang yang percaya .

Kita harus menjaga iman kita lebih berkemenangan.

Bukankah iman sebesar biji sesawi saja dapat memindahkan gunung, sesuatu yang menurut ukuran manusia tidak dapat dilakukan, tetapi kekuatan iman menggerakkan kekuatan Tuhan bekerja.

Keragu raguan akan kekuatan Tuhan adalah musuh dari iman.

Kekuatiran adalah musuh dari iman.

Ketakutan juga adalah musuh dari iman.

Kemarahan adalah musuh dari iman.

Dendam adalah musuh dari iman.

Ketidakbisaan mengampuni adalah musuh dari iman.

Kemalasan juga adalah musuh terbesar dari iman.

Ketidakpedulian adalah musuh dari iman.

Ketidakpekaan terhadap suara Tuhan adalah musuh dari iman.

Dosa dosa kita juga adalah musuh dari iman.

Perselingkuhan apalagi, itu adalah musuh dari iman.

Kenali musuh musuh dari iman itu, kemudian perangi dan jadilah orang beriman, bertindaklah.

Atau………………..

Apakah Anda masih mau menyerahkan diri Anda pada pimpinan ketidakpercayaan Anda?

Anda masih membiarkan korban korban berjatuhan karena ketidakpercayaan Anda?

Kepercayaan adalah cara manusia menggunakan cara Tuhan memandang persoalan kita dengan kemampuan yang tidak terbatas, sedangkan ketidakpercayaan adalah cara manusia memandang persoalannya dengan keterbatasan sudut pandangnya sendiri.

Buka mata hati kami ya Tuhan, agar kami memiliki kemampuan melihat seperti Engkau melihat. Kami tidak memusatkan perhatian kami pada keterbatasan kami, tetapi menyerahkan kepada kekuatanMu, mengakui kesanggupanMu ya Tuhan.

Saat ku percaya, perkara perkara besar akan dilakukan oleh tanganku. Jalan jalan besar dan ajaib ada di depanku dan aku akan melangkah melaluinya. Jadilah percaya hai jiwaku!!!

Elia Paul Ang dalam Inspirative Power Ministry.

 

 

Berita Terkait

Harga Velg Mobil Velg Mobil Modifikasi Mobil Spooring Mobil Finish Balance Harga Ban