Indonesia - English

PRIBADI YANG MENYENANGKAN

MENJADI PRIBADI YANG MENYENANGKAN

Semua orang ingin menjadi pribadi yang menyenangkan, tetapi tidak semua orang bisa mencapainya. Menjadi pribadi yang hangat tentulah membuat banyak orang senantiasa menantikan kehadiran dia. Tentulah kita dalam hidup tidak dapat memuaskan keinginan semua orang, karena di kala kita menyenangkan hati seseorang, orang yang lain belum tentu bisa menerima bahkan terkadang terlukai.  Jadi niat baik kita belum tentu berdampak baik pula untuk orang lain. Namun ada beberapa cara yang mungkin bermanfaat buat beberapa dari kita yang hidupnya sering terlihat kaku dan membosankan. Cobalah beberapa tips di bawah ini, semoga ada manfaatnya :

1)      Berikan sapaan yang memberi energy. Ucapkan Selamat Pagi atau siang atau sore bahkan malam. Ucapkan itu dengan nada yang akrab terhadap setiap orang yang Anda sudah kenal. Tambahkan salam dengan berjabat tangan dengan kedua tangan Anda menggengam lawan bicara Anda. Sambutan Anda akan lebih berarti apabila disertai senyuman lepas dan dengan sentuhan personality yang sopan.

2)      Pusat pembicaraan adalah lawan bicara kita, kita lebih banyak menanyakan kabar lawan bicara kita dan menanyakan kondisi dari orang orang di sekeliing dia sebagai bukti perhatian kita kepada dia. Tentulah orang tidak suka mendengarkan seseorang dalam pembicaraannya yang hanya menonjolkan dirinya sendiri. Setiap kali ada seseorang menceritakan kisah suksesnya, dia selalu mengcounter dengan kisah dirinya sendiri. Pembicaraan yang paling membosankan adalah pembicaraan yang hanya berfocus diri sendiri. Seharsnya selalu diselingi dengan focus pada lawan bicara kita.

3)      Jangan selalu ingin menang sendiri. Ada beberapa orang kalau berbicara selalu ingin menang sendiri, entah kenapa dia merasa tidak mau dikalahkan dalam pembicaraan, padahal kemenangan yang dia dapatkan tidak akan berati apapun untuk diri nya, bahkan mungkin akan melukai orang lain. Alangkah bijaksananya kita mengalah untuk hal hal yang tidak terlalu penting agar orang dapat lebih menghargai kita.

4)      Beretika dalam pergaulan, memperhatikan mana yang sopan dalam pembicaraan dan perilaku di dalam pergaulan. Tidak mengumpat, mencaci maki atau berkata tidak sopan. Tidak juga bergurau yang bersifat pornografi, walau kelihannya lucu sebagai bahan gurauan, tetapi tetap tidak layak untuk dibuat bahan lelucon, sangat tidak sopan, bahkan akan menyinggung perasaan beberapa orang.

5)      Suka berbagi, memberi adalah hukum yang Tuhan kita ajarkan. Jangan kita sebagai pribadi hanya mau menerima saja tetapi tidak pernah memberi. Saya memperhatikan banyak orang memiliki banyak sahabat, banyak orang orang yang mencintai karena mereka suka memberi. Untuk dapat memberi tidak harus menunggu kita kaya dulu. Justru banyak orang yang sederhana, tetapi jiwa memberinya sangat kuat. Dia kalau menerima sesuatu berkat kecilpun selalu mengingat orang orang lain yang lebih membutuhkan dan langsung berbagi dengan mereka. Saya ingat Mama almarhum, dia selalu saja membagi bagi apa yang dia terima. Padahal saya tahu, beberapa makanan dia sangat sukai, tetapi dia juga merasa orang lain perlu merasakan kesukaannya, dia selalu berbagi, bahkan kadang kadang memberinya agak memaksa. Tetapi satu hal yang saya belajar dari Beliau adalah, selalu saja ada yang memberi dia, tidak ada hentinya dia selalu mendapat kasih dan perhatian dari handai tolannya. Ternyata budaya memberi dan saling mengirimi makanan sekarang sudah tidak ada, atau sangat langkah terjadi di zaman ini, tetapi dia tetap melakukan sehingga tetangga tetangganyapun juga sering mengirimi sesuatu secara bergantian. Saya benar benar memahami arti memberi secara praktek dari Mama, terlepas dari kelebihan dan kekurangannya.

6)      Jangan suka ngeposip. Memang menyenangkan dengar suatu gossip, apalagi gossip tentang selebritis. Semakin digosok semakin sip. Masalahnya kalau budaya ngegosip itu dipelihara, ini akan menimbulkan banyak pertengkaran, kenapa demikian? Karena omongan itu selalu nambah, jadi kalau orang nitip omongan, selalu saja omongan itu ditambah tambahin. Pernah suatu hari istri saya dipanggil seorang temannya di gereja. Dia berkata, saya dengar kalian mau bercerai? Spontan istri saya kaget dan tertawa terbahak bahak. Dengar dari mana? Kita bertengkar saja tidak kok tahu tahu ada issue kita mau bercerai. Itu salah satu bukti kalau gossip itu selalu menimbulkan masalah. Sebaiknya katakan ya kalau memang benar dan tidak untuk yang tidak benar sehingga semua dapat berjalan dengan baik.

Filipi 2:1-9         

Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

Allah Bapa sangat meninggikan Yesus karena Yesus telah merendahkan diri, bahkan mengosongkan diriNya, tidak mengambil posisiNya sebagai Allah tetapi mengambil beban dosa dunia untuk ditanggungkan pada diriNya yang tanpa dosa agar dunia dapat diselamatkan. Dunia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, karena upah dosa adalah maut. Jadi dunia memerlukan penebusan, kasih karunia dan itu hanya ada pada penebusan di Golgota.

Apabila kita meneladan Yesus dalam pergaulan dan pelayanan, merendahkan diri melayani, mengutamakan orag lain dan tidak mencari nama, pastilah kita akan menjadi pribadi yang menyenangkan di dalam pergaulan.

Elia Paul Ang dalam Inspirative Power Ministry.

Berita Terkait

Harga Velg Mobil Velg Mobil Modifikasi Mobil Spooring Mobil Finish Balance Harga Ban