Indonesia - English

JENIS AROGANSI

JENIS AROGANSI

Kita sering melihat arogansi ada di sekeliling kita, apa reaksi kita? Kita tentu tidak menyukai arogansi itu, kesal dan sebal. Tetapi kadang sengaja atau tidak sengaja kita bisa menjadi arogan. Untuk kita dapat hidup lebih bijaksana, marilah kita pelajari area jebakan jebakan arogansi itu. Ternyata ada beberapa area, atau titik rawan arogansi itu bisa terjadi. Menurut perenungan saya arogansi dapat dikelompokkan menjadi :

1)      Arogansi karena Kedudukan/posisi

2)      Arogansi karena kekuatan kekayaan/kekuasaan

3)      Arogansi karena kemampuan (kecerdasan, keahlian, prestasi)

4)      Arogansi karena kelebihan (Kecantikan/kegantengan, kharisma)

5)      Arogansi karena memiliki sesuatu hubungan yang special (punya kenalan pejabat, selebritis, konglomerat)

 

1)      Arogansi karena Kedudukan/posisi

Orang saat menjabat sering kali lupa kalau dia dihargai seseorang bukan karena pribadinya yang hebat, tetapi sebagian besar orang menghormati dia karena jabatan yang melekat dalam dirinya, jadi karena lebih ke posisinya yang strategis dalam mengambil keputusan. Mereka membutuhkan bantuan dengan jabatan yang ada dalam diri Anda, sehingga mereka berbuat baik. Kalau tidak percaya, coba teliti dalam hidup orang orang yang sudah masuk dalam masa pensiun. Mereka akan terkejut, sudah tidak ada telepon telepon menanyakan kabar mereka.

 Saya pernah mengalami saat bekerja di sebuah group besar, saat saya sedang menjabat, semua orang berbaik hati pada saya, karena mereka memiliki kebutuhan agar dibantu uangnya dapat dibayarkan, tetapi setelah saya melepas jabatan dan mengambil posisi sebagai marketing freelance, semuanya berubah. Sapaan yang hangat seperti dulu sudah tidak ada lagi. Saat itu saya tidak arogan, tetapi hukum dunia tetap berjalan, orang hanya menghargai dan menghormati pejabat yang masih aktif, selebihnya akan berjalan seperti biasanya.

Jadi jangan kita terjebak arogansi saat kita sedang menjabat, karena begitu Anda sudah tidak menjabat, penghargaan dan penghormatan itu akan meninggalkan Anda, bahkan untuk pejabat yang arogan, akan diikuti caci maki dan rasa syukur beberapa orang yang terlepas dari Anda. Jangan mentang mentang merasa dibutuhkan, justru tidak melayani dengan baik. Jadi saat Anda sedang menjabat, saat Anda sedang dipercaya, berlakulah bijak dan buang semua arogansi itu, tinggalkan nama baik, maka Anda akan tercatat di sejarah, kebaikan dan prestasi Anda.

Kesewenang wenangan kita terhadap anak buah itu juga sebagai bentuk arogansi yang buruk, seharusnya kita lebih memilih sikap komunikatif dan bersynergi.

2)      Arogansi karena kekuatan kekayaan/kekuasaan

Karena dirinya merasa kaya, merasa memiliki power yang besar, jadi sok perintah dan menganggap hina orang lain, tidak selevel dalam pergaulan, high class, jaga image, ini adalah suatu bentuk arogansi secara perilaku. Juga ada beberapa orang yang arogansi dengan memamerkan kekayaannya secara berlebihan, agar diakui keberadaannya. Biasanya mereka yang arogan seperti ini karena latar belakangnya di masa lalu sering dihina orang, jadi sebagai kompensasi ketika dia kaya, dia akan memamerkan kekayaannya untuk mengejek orang yang pernah meremehkan dia di masa lalu menurut versi orang tersebut, dia butuh pengakuan untuk pencapaiannya. Bagaimana seharusnya kita bersikap kalau Tuhan sudah memberkati kita secara limpah? Seharusnya jangan memunculkan arogansi Anda, karena belum tentu mereka meremehkan Anda saat itu, mungkin itu hanya ada di persepsi Anda saja. Seharusnya saat  Anda harus mengambil bagian di dalam melayani Kerajaan Tuhan dengan harta Anda. Percayalah semakin anda melayani dengan harta Anda, Anda tidak akan semakin miskin, tetapi Tuhan akan semakin memberkati Anda. Jadilah malu dengan arogansi yang Anda lakukan selama ini. Anda harus mempunyai jiwa melayani, hati seorang hamba, karena itulah yang Yesus ajarkan, menjadi terbesar dalam Kerajaan Sorga dengan melayani sesame dan Tuhan.

 

3)      Arogansi karena kemampuan (kecerdasan, keahlian, prestasi)

Kecerdasan, keahlian dan prestasi itu adalah anugerah Tuhan yang perlu disyukuri, semuanya akan bermanfaat kalau diamalkan, kalau dipraktekkan untuk kebaikan sesama, tetapi akan menjadi bumerang, menjadi musibah kalau digunakan sebagai alat kejahatan, kelaliman dan penipuan. Menganggap diri paling pandai, paling hebat dan menghina sesama yang lebih lemah adalah bentuk arogansi. Justru yang kuat harusnya berkewajiban membantu yang lemah sehingga terjadi keseimbangan sosial.

4)      Arogansi karena kelebihan (Kecantikan/kegantengan, kharisma)

Kecantikan, kegantengan, kharisma adalah baik. Tetapi over confidance adalah suatu bentuk arogansi juga. Jadi jadilah orang cantik, ganteng dan berkharisma yang rendah hati. Tidak semua orang beruntung seperti Anda, dilahirkan dengan kelebihan fisik yang menawan. Kalau manusia bisa memilih dalam kelahirannya, pasti semua wanita akan memilih menjadi secantik miss universe atau seorang pria seganteng seorang pragawan. Gunakan kecantikan, kegantangan dan kharisma Anda untuk melayani, dampaknya akan sangat luas.

 

5)      Arogansi karena memiliki sesuatu hubungan yang special (punya kenalan pejabat, selebritis, konglomerat)

Sering saya jumpai dalam sebuah pertikaian, seseorang dengan arogan menyebutkan nama seseorang kenalannya yang adalah pejabat tinggi. Apalagi kalau ketilang polisi lalu lintas, dia akan segera menyebutkan sejumlah nama nama yang dikenal agar sang polisi mengendurkan hukuman yang dikenakan pada dia. Biasanya bentuk arogansi ini terjadi karena seseorang mengandalkan kenalannya sebagai backingnya/dackingnya.  Mari kita stop pemikiran yang seperti itu, karena kalau memang benar benar diminta backing itu membantu untuk urusan pertikaian kecil, belum tentu dia mau membantu Anda. Pertikaian kecil seharusnya diselesaikan dengan hati dan kepala yang dingin, tidak perlu dibesar besarkan sehingga terjadi pertengkaran dan tawuran antar kelompok karena masalah pertikaian kecil sebagai pemicunya. Stop arogansi, menjadilah bijaksana dan lebih cooling down mengatasi permasalahan yang ada.

 

I Tesalonika 5:14

Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang

Arogansi terjadi karena kita tidak hidup dengan tertib, kita tawar hati atau kita tidak sabar terhadap sesame kita atau terhadap yang lemah dari sesame kita. Kuasai diri agar kita tidak menjadi arogan dan menjadi batu sandungan, mintalah hati yang rendah, melayani seperti teladan Yesus yang luar biasa.

Ada satu lagi arogansi yang lebih berbahaya dari semua arogansi di atas, yaitu arogansi dengan tidak mempercayai adanya Tuhan karena merasa dirinya paling hebat, paling kaya, paling cantik/ganteng, atau sebaliknya merasa dirinya tidak mendapat perlakuan adil dari Tuhan karena dirinya memiliki banyak kelemahan, kegagalan, kebodohan, sakit penyakit dan sebagainya. Pengakuan kita akan adanya Tuhan sangat penting, kita perlu belajar rendah hati, karena kita juga harus mengingat ada kehidupan setelah kematian, di mana kekayaan, kehebatan, kepandaian dan kelebihan fisik apaun tidak dapat menolong kita lagi. Dan bagi yang sedang memiliki masalah, justru Anda harus datang pada TUhan untuk memohonkan kasih karunia, pengudusan, pengampunan dan pemulihan.

 

Elia Paul Ang dalam Inspirative Power Ministry

Berita Terkait

Harga Velg Mobil Velg Mobil Modifikasi Mobil Spooring Mobil Finish Balance Harga Ban