Indonesia - English

KEBODOHAN DAN KEBEBALAN

KEBODOHAN DAN KEBEBALAN

Semua orang dalam hidupnya pasti pernah melakukan suatu kebodohan, bahkan pernah memasuki masa kebodohan sehingga saat itu apa saja yang kita lakukan salah, kita frustrasi dengan keadaan itu. Tetapi kalau kebodohan itu dilakukan terus dengan kesengajaan tanpa ada usaha keluar dari situasi seperti itu, itu namanya bebal.  Sudah tahu salah, sudah tahu tidak baik, sudah tahu merugikan, tetapi terus saja dijalankan. Orang bebal adalah orang yang tidak mau mendengar nasehat orang lain, dia merasa dirinya lebih pandai dari orang lain.

Padahal kita hidup dan dapat hidup lebih berhasil kalau kita memiliki banyak penasehat, khususnya penasehat penasehat ahli dan juga kita selalu memerlukan pembimbing rohani. Sayapun sampai saat ini merasakan sangat membutuhkan pembimbing rohani, karena merekalah yang senantiasa dapat berjaga jaga untuk kita, menasehati kita kalau kita salah melangkah sebelum kita kebabalasan. Jangankan kita sebagai pribadi, sebuah perusahaan besar, pasti memiliki penasehat/ konsultan dalam beberapa bidang dan mereka berani membayar mahal untuk nasehat yang mereka dapatkan. Negara, pemerintahan , memiliki penasehat dalam hamper di semua bidang, semua departemen, mereka memiliki staf staf ahli sebagai penasehat. Jadi bodohlah orang yang tidak mau mendengar nasehat. Kalau Anda saat ini, bahkan setiap pagi begitu rindu mendengarkan siaran IPM ini, Andapun sedang belajar mencari nasehat, itu adalah langkah yang baik, karena dengan nasehat nasehat yang kita terima, kita bisa memperoleh energy baru, kita bisa mendapatkan kekuatan, penghiburan, keyakinan, hikmat dan pengetahuan. Semua hal itu sangat bermanfaat baik secara jiwani maupun secara spiritual dan dampaknya tubuh kitapun terpelihara dengan baik.

Jangan pernah berkata cukup untuk pengetahuan, jangan berkata cukup untuk nasehat, jangan pernah berkata cukup untuk hikmat. Karena begitu kita berkata cukup, kita sedang menutup pintu hati dan pikiran kita untuk tidak belajar lagi. Kita harus belajar seumur hidup kita. Kalau kita berhenti belajar artinya kita sedang membawa diri kita memasuki proses pembodohan, dan kalau terus kita tidak mau belajar kita akan menjadi bebal. Orang bebal paling anti dinasehati, paling anti kalau pendapatnya ditentang, intoleransi, mau menang sendiri, arogan, merasa dirinya paling pandai, paling hebat, walau nadanya bertanya, tetapi telinganya tidak mau mendengar pendapat orang lain, telinganya terbuka tetapi tidak mendengar, tertutup dan selalu memaksakan pendapatnya, dia merasa dirinya paling hebat, paling benar padahal kebanyakan dari mereka adalah orang yang hanya berteori, belum pernah mempraktekkan ilmunya. Kalau ilmunya dipraktekkan, belum tentu nanti hasilnya seperti yang dipikirkan. Kalau Anda terjebak dalam situasi arogansi seperti ini, segeralah belajar penguasaan diri, mulai terbuka untuk pendapat orang lain, jangan menganggap remeh, menganggap rendah orang lain,  terkadang pendapat sederhana saja dapat berdampak luas dan luar biasa. Amsal 26:1-5

1 Seperti salju di musim panas dan hujan pada waktu panen, demikian kehormatanpun tidak layak bagi orang bebal.

2 Seperti burung pipit mengirap dan burung layang-layang terbang, demikianlah kutuk tanpa alasan tidak akan kena.

3 Cemeti adalah untuk kuda, kekang untuk keledai, dan pentung untuk punggung orang bebal.

4 Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia.

5 Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya bijak

Salomo mengatakan kekang untuk keledai tapi pentung untuk orang bebal, artinya orang bebal itu lebih bodoh dari keledai, karena untuk mengusir kebebalan keledai cukup menggunakan kekang, keledai  yang selama ini  kita anggap lambang kebodohan, masih lebih bermanfaat dari pada orang bebal, karena keledai masih mengizinkan punggungnya untuk ditunggangi, bahkan Yesuspun memilih kendaraanNya seekor keledai saat memasuki Yerusalem dan dipermuliakan sebagai Raja sebelum mengalami penderitaan penyaliban, keeledaipun menikmati dielu elukan bersama Yesus.

 

Luar biasa Amsal ini, Salomo sudah mengingatkan kita agar jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, sering kita bertengkar, berargumentasi dengan orang bebal, tentulah itu akan membuat kita terkuras energy kita dan kita akan terlihat seperti orang bebal juga. Jadi kalau kita mengetahui lawan bicara kita orang bebal, jangan berbantah bantah, jawablah orang bebal dengan kebodohannya supaya ia tidak menganggap dirinya bijak, artinya balikkan tanyakan apa yang sudah dihasilkan dengan teori teorinya, capaian apa yang dia sudah dapat, prestasi apa yang sudah dihasilkan. Jangan jangan dia belum pernah mencapai apa apa tetapi sudah mengklaim dirinya di level seperti itu.

Kecerdasan emosi kita perlu terus di asa; mendengar itu cerdas. Yakobus 1:19-21

19 Perhatikanlah ini baik-baik, Saudara-saudara yang tercinta! Setiap orang harus cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berbicara dan lambat untuk marah.

20 Orang yang marah tidak dapat melakukan yang baik, yang menyenangkan hati Allah.

21 Sebab itu, buanglah setiap kebiasaan yang kotor dan jahat. Terimalah dengan rendah hati perkataan yang ditanam oleh Allah di dalam hatimu, sebab perkataan itu mempunyai kekuatan untuk menyelamatkan kalian.

 

Jadi supaya kita dapat cerdas secara emosi, kita harus belajar kerendahan hati, kita harus belajar mendangar, kita harus membuat telinga kita kuat untuk mendengar, dan membuang kemarahan dalam diri kita, juga kejahatan dalam diri kita. Ijinkan perkataan yang ditanamkan Allah dalam hati kita mengambil alih kekuatan dan hikmat kita sehingga kita memperoleh kekuatan baru dan buanglah kebiasaan yang kotor dan jahat, terimalah Firman yang menjadi kekuatan dan punya kuasa menyelamatkan kita, Tuhan akan membuat perjalanan kita berhasil.

Elia Paul Ang dalam Inspirative Power Ministry

Berita Terkait

Harga Velg Mobil Velg Mobil Modifikasi Mobil Spooring Mobil Finish Balance Harga Ban