Indonesia - English

KERJAKAN KESELAMATANMU

Shalom shalom Komunitas IPM yang Berkemenangan.

Filipi 2: 12

(12) Hai saudara saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.

Kerjakanlah keselamatanmu jadi keselamatan itu tidak begitu saja diterima dan selesai tugas kita, tetapi harus kita kerjakan, diusahakan bahkan dengan   penekanan ada rasa takut dan gentar. Memang keselamatan itu anugerah, tetapi perlu diingat bahwa Keselamatan itu anugerah bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk seluruh umat manusia di dunia, sehingga kita yang telah memiliki keselamatan, tidak titik di situ, atau dipulihkan atau disembuhkan, tetapi masih koma, karena kita juga perlu mengerjakannya, meneruskannya apa yang kita sudah terima;alami. Terlepas mereka menerima atau menolak, mereka harus mengetahui, mendengar terlebih dahulu, bahwa Kristus telah menebus dosa dunia, jadi tak terkecuali orang yang menolak Yesus, sebenarnya Kristus telah menyediakan penebusan, hanya saja karena mereka tidak tahu atau mereka tidak atau belum mengambil paket keselamatan yang telah disediakan itu tidak diambil. Karena alasan itulah maka ada kata kerjakan keselamatanmu.

Arti lain kerjakan keselamatanmu adalah kita harus melakukan perbuatan perbuatan yang benar, karena kita adalah anak terang. Efesus 5:8-14

(8) Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,

(9) karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

(10) dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.

(11) Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.

(12) Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.

(13) Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.

(14) Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."

Komunitas IPM yang Diberkati.

Kalau cara hidup kita masih saling membenci, saling membalas, saling dendam, saling sakit hati, pekerjaan itu dikatakakan adalah pekerjaan anak kegelapan, karena mereka masih belum dapat takluk dengan yang Tuhan Yesus ajarkan. Mengampuni dan memberkati. Padahal kehidupan mengampuni dan memberkati adalah pola kehidupan yang menurunkan damai atas bumi ini. Saya yakin ajaran Yesus itu tidak salah mengajar. Bisa dipraktekkan dalam pemerintahan, karena saya yakin di dalam pemerintahan 1000 tahun damai, aturan aturan seperti ini Tuhan akan gunakan. Coba kalau tidak digunakan, pastinya semua orang pasti tidak ada yang lolos dari jerat hukum dosa. Bahkan Yesuspun berdoa untuk mereka yang menyalibkan Yesus, atau yang membunuh Yesus dan menghujat Yesus di atas kayu salib.Lukas 23:33-34

33 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.

34 Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

Jadi Tuhan Yesus mengajarkan mengampuni.Saya punya sahabat, Pak Puji Satyawan, saat dia dirampok, dia juga dianiaya dengan pisau Rambo. dia dan istrinya di tusuk. Pak Puji ditusuk puluhan tusukan, tetapi karena waktunya belum tiba, Tuhan selamatkan dia dan istrinya melalui beberapa kali operasi. Saat perampok yang mau membunuh mereka diadili di pengadilan, pak Puji mengampuni dia, bahkan sempat mengunjungi dia di sel. Anda bisa bayangkan kalau pembunuh ini tidak diampuni oleh pak Puji, pasti beban hukuman akan semakin berat. Tetapi karena pengampunan dari pak Puji, perampok inipun beroleh kasih karunia, pengampunan oleh anugerah Yesus Kristus. Yang penting dalam membangun bangsa dan negara adalah bukan mengungkit ungkit kesalahan di masa lalu, tetapi mempersiapkan masa depan yang lebih baik, karena kita hidup tidak bergantung pada masa lalu, tetapi masa kini dan  kita harus bijak dalam mempersiapkan diri menyambut masa depan yang lebih baik. Bangsa ini memerlukan saling mengampuni dan memulihkan.

Elia Paul Ang dalam Inspirative Power Ministry. 

Berita Terkait