Indonesia - English

KEKUATAN DI DALAM KELEMAHAN

Shalom shalom Komunitas IPM yang Berkemenangan.

Sering orang tidak menyadari kekuatannya adalah kelemahannya dan kelemahannya adalah kekuatannya. Kok bisa begitu? Coba kita renungkan, bagaimana orang yang over confidance berbicara, seolah olah semuanya dapat terkendali dengan kekuasaannya. Julius Caesar saat dia berkuasa dan musuh politiknya sangat banyak, Julius menolak pengawalan karena dia sangat confidance kalau tidak ada orang yang berani melawan dia, justru karena kepercayaan diri nya yang terlalu besar sehingga Julius Caesar mengabaikan semua nasehat nasehat  teman teman dan juga istrinya, akhirnya Julius Caesar justru mati terbunuh oleh musuh politiknya yang justru sedang dirangkul Julius Caesar, Brutus. Julius Caesar salah perhitungan. Julius mengira dengan mengangkat Brutus menjadi Pejabat Politik akan membuat permusuhan yang selama ini berjalan akan berakhir. Perhitungan Julius Caesar meleset. Politik tetaplah politik, di sana ada kekerasan dan saling membunuh lawan politiknya demi mereka tetap dapat berkuasa. Benar benar seperti hukum rimba. Politik tidak mengenal kasih dan pengampunan. Mereka selalu berbicara kekuasaan. Suatu kejadian tragis di alami seorang tokoh politik yang luar biasa yang sanggup menyatukan Asia,  Afrika dan Spanyol di bawah kekuasaan Roma. Tetapi perjuangan Caesar dicurigai senat sebagai keinginan Caesar merubah bentuk negara republik ke bentuk kerajaan/ monarchi dan senat kuatir kalau Caesar menjadi raja, sehingga kekuasaan Caesar akan menjadi sangat besar, jadi berbagai trick politik dilakukan. Padahal Caesar memperjuangkan semua demi rakyat Roma dan rakyat sangat mencintai Caesar.

(9) Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

(10) Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

II Korintus 12:7-10.

Sekali lagi Nick Vujicic, justru dalam kelemahannya dia tetap tegar dan dia berhasil menjadi inspirasi bagi dunia bagaimana kita harus bersikap di dalam kehidupan ini. Nick Vujicic memiliki sejata alasan untuk frustrasi dengan kondisi fisiknya yang sangat tidak menguntungkan bagi dia. Tetapi dia tidak mau hancur untuk kedua kalinya. Fisiknya memang benar benar hancur, tetapi mentalnya kokoh, dia membangun dari sisi mentalnya,  dia menjadi kuat, sangat kuat dan boleh dibilang dia menjadi manusia super dalam kondisinya yang sangat tidak menguntungkan. Nick keluar dari kelemahannya dan menjadi manusia baru yang sangat kuat.

Jadi kelemahan apapun akan dapat dibalik menjadi kekuatan dengan kita memiliki mental Kerajaan, tetapi sekuat apapun kalau menjadi sombong akan berbalik menjadi titik lemah kita.

Seorang pembalap yang sangat ahli, seahli apapun masih membutuhkan rem di mobilnya, kalau dia over confidance dan melepas remnya, ini akan membahayakan keselamatannya., bahkan juga akan mengancam nyawanya sendiri. Jadi dalam kekuatan pembalap justru ada titik lemahnya. Jadi mobil cepatpun, antara gas dan rem tetap harus bekerja sama. 

Pemeran SUPERMAN ternyata manusia biasa juga, tapi  beberapa dari mereka merasa dirinya seolah olah mereka sudah menjadi manusia Super, saat mereka memerankan film dan menggunakan kostum Superman, ini justru menjadi titik lemah mereka.

Kirk Alyn memerankan Superman dalam dua film pada tahun 1940an.  ia meninggal dunia setelah terjangkit penyakit Alzhiemer.

Christopher Reeve memerankan Superman dalam film Superman: The Movie (1978), Superman II (1980), Superman III (1983) hingga Superman IV: The Quest for peace (1987)

Pada tanggal 27 Mei 1995, Reeve jatuh dari kudanya dan lumpuh dari leher ke bawah. Setelah peristiwa itu, Reeve menghabiskan hidupnya dengan kursi roda hingga meninggal pada 10 Oktober 2004 akibat gagal jantung.

Ternyata di dunia ini tidak ada yang Super. Jadi kita sebagai manusia harus belajar tetap rendah hati. Juga ada kejadian anak kecil dengan baju Supermannya memukul temannya saat mereka bermain atau melompat dari gedung, dia sangka dengan baju itu dia bisa terbang dan menjadi manusia Super. Hati hati Anda yang memiliki anak kecil di bawah umur, harus diberitahu kalau terbang itu hanya ada di film sehingga mereka tidak mengalami kecelakaan.

Silet semakin tipis semakin tajam, tetapirapuh, mudah patah, semakin tebal silet itu semakin tumpul, tetapi tidak mudah patah. Saya dulu pernah punya gantungan kalung berbentuk silet, tebal jadi tidak tajam tapi juga kuat, tidak mudah tumpul. Di dalam seriap kekuatan selalu ada kelemahan dan di dalam kelemahan selalu ada kekuatan, manfaatkan semuanya untuk kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk alasan kita berbuat dosa. Anak kecil sering masih belum bisa membedakan dunia imaginasi dan dunia riil, jadi orang tua harus membimbing mereka. Jangankan anak kecil, pemeran Superman saja, bisa terjebak sepertinya dia adalah manusia super sehingga dia hancur karena imaginasinya.

Biarlah setiap kelwmahan kita, kita manfaatkan kekuatannya seperti inspirasi dari Nick Vujicic, tetapi di dalam kekuatan kita, jangan kita menjadi sombong sehingga hancur seperti pemeran Superman, tetapi manfaatkan kharisma Anda untuk menyelamatkan sekeliling Anda.

Elia Paul Ang dalam Inspirative Power Ministry.

Berita Terkait