Indonesia - English

PEMBAWA LENTERA

Shalom shalom Komunitas IPM yang Terkasih.

Holyland 021 55752999 jam kerja. 087875000030, tersedia 4 kursi extra, segera hubungi kami untuk masalah adminstrasi karena tinggal 3 minggu lagi.

Florence Nightingale 1820-1910, adalah anak dari keluarga bangsawan , tuan tanah di Inggris.Saking kayanya mereka hidup berpindah pindah dari satu negara ke negara lain mengikuti perubahan musim. Di dalam perjalanan keluarga Nightingale ke Italy, Florence dilahirkan pada tanggal 12 Mei 1820, Florence tumbuh besar di dalam segala kenyamanan yang diberikan orang tuanya yang adalah tuan tanah di Inggris. Keluarga Nightingale sering mengadakan pesta keluarga dengan mengundang teman teman keluarga, namun Florence memilih menyendiri, memisahkan diri dari keramaian pesta. Florence tidak menyukai pesta pesta yang diadakan orang tuanya. Jiwa sosial Florance sudah terlihat sejak masih sangat muda, Florence dengan sabar merawat, mengunjungi orang tua teman Florence. Kunjungan yang membahagiakan mereka itu juga membahagiakan hati Florence Nightingale.

Komunitas IPM yang Budiman.

Florence mendengar suara Tuhan untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi sesama pada 2 Februari 1837. Florence sampaikan kepada orang tuanya, namun mereka awalnya menolak permintaan Florence, karena saat itu profesi sebagai perawat adalah hina. Tentulah Florence sedih dengan penolakan dari orang tuanya yang dia alami. Orang tuanya menganggap rendah cita cita Florence, mereka menentang cita cita itu, karena mereka berharap seperti anak anak bangsawan lainnya Florence dapat menikah dengan sesama bangsawan. Namun Florence menunjukkan keseriusannya, bahkan dia menolak menikah dengan Robert Milnes anak seorang bangsawan Inggris yang adalah teman baiknya, dimana Florence juga terlihat senang berteman dengan Robert karena mereka memiliki hobby yang sama. Sekali lgi visi Florance berbicara jauh lebih kuat dari pada naluri kewanitaannya. Dia rela meninggalkan kesenangannya, masa depannya demi mencapai mimpinya melayani sesama.

Komunitas IPM yang Berkemenangan.

Di saat Florence menghadapi tantangan dari orang tuanya, ternyata Florence mendapat dukungan dari Samuel Ho, dermawan Amerika yang sangat terkenal di tahun 1844. Visi Florence tidak padam karena ternyata ada orang yang mensupport Florence secara mental, juga keluarga Barcebridge. Api kecil itu bertahan menyala dan menjadi lebih besar lagi.

Komunitas IPM yang Dahsyat.

Penderitaan perang Krim yang membuat 42% tentara yang terluka meninggal membuat Florence tidak dapat menahan lagi niatnya menjadi perawat, akhirnya keluarganya mengizinkan walau dengan berat hati. Kehadiran Florence mampu menurunkan angka kematian tentara Inggris menjadi hanya 2% saja. Awalnya kehdiran Florence diremehkan para dokter, namun kegigihannya yang tidak mengenal lelah membungkam mulat mereka yang pesimis akan kemampuan Florence. Florence melayani dengan penuh kasih sehingga Florence tidak menggubris kelelahan yang dialaminya, dia mengabaikan waktu istirahatnya demi menyelamatkan para korban yang kritis. kekerasannya dalam melayani membuat kesehatannya terganggu, sehingga dia ambruk kelelahan. Kesabarannya mendengar keluhan pasien, kasihnya yang mau membagi waktu dengan membacakan surat pasien di dalam keletihan yang sangat amat mencerminkan kasih Kristus yang diberikan. Setiap malam dia meronda dengan lampu lentera berjalan sejauh 6 KM. Kasih Florence terhadap sesama memberi Florence energy untuk melayani. Kelelahannya tidak membuat kasihnya berkurang pada si penderita.

Florence kehidupannya benar benar menginspirasi dunia sehingga ada penghargaan Nightingale yang diberikan secara periodik 2 tahun sekali sebagai apresiasi kepada perawat perawat terbaik di dunia. Juga menginspirasi Henri Dunant warga Swiss untuk membentuk Palang Merah Dunia di mulai dari Jenewa 1863. Henri melihat semua tentara yang terluka harus ditolong, apakah dia kawan atau lawan, yang terluka harus ditolong.

Komunitas IPM yang Mengasihi Tuhan.

Tokoh tokoh dunia ini telah memberi kita inspirasi dan mewarnai dunia dengan hasil karya mereka. Tidakkah kita juga memiliki panggilan sosial kita, bukankah kita juga makhluk sosial yang juga memiliki tanggung jawab sosial untuk sekeliling kita. Manusia memiliki kemampuan sosial yang berbeda beda, tetapi kalau kita dipercayakan kemampuan yang lebih dari Tuhan, tentu ada sebagian yang Tuhan titipkan untuk mereka yang membutuhkannya. Tidak bosan bosan saya mengetuk hati Anda, bahwa sekeliling Anda adalah tanggung jawab Anda, Tuhan akan tanya pada Anda pada saatnya, apakah harta itu sudah dapat berbicara di hadapan Allah karena telah membantu yang kesusahan atau harta itu justru bersaksi bahwa dia adalah harta/talenta yang di kubur di dalam tanah. Jangan sia siakan kepercayaan Tuhan pada Anda. Bangkitlah, trangmu sudah datang. Efesus 5:14-16

(14) Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."

(15) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

(16) dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat,

Elia Paul Ang dalam Inspirative Power Ministry.

Berita Terkait