Indonesia - English

KEPITING REBUS

Holyland, 11 hari lagi, 9-21 Oktober 2012.

 

Shalom shalom Komunitas IPM yang Berbahagia.

Saat kepiting akan di rebus, dia dalam ikatan di air dingin, dia akan tenang saja, kemudian air mulai dihangatkan, mungkin kepiting itu akan merasa sedikit nikmat dengan kehangatan yang dia alami, tetapi tidak lama kemudian air mendidih, kepiting terkejut dengan perubahan itu, tetapi ikatan membuat kepiting tidak berdaya dan matilah kepiting itu menjadi kepiting rebus yang lezat. Sayangnya saya tidak menyukai kepiting, tetapi bagi orang yang gemar makan kepiting tentulah kepiting itu akan menjadi santapan yang nikmat.

Komunitas IPM yang Terkasih.

Seperti itulah dosa mengikat maunusia, manusia diberi kenyamanan sehingga ikatan itu tidak dirasakan membahayakan mereka, mereka menikmati hawa nafsu mereka, tetapi tidak lama kemudian air mulai mendidih, membuat orang yang terikat dosa itu menjadi mati rohani, kehidupan jasmaninya memang masih hidup, tetapi manusia rohnya mati. Apa maksudnya rohnya mati? Bukankah dia masih hidup, masih melakukan aktivitas seperti biasa? Ya, tetapi dia tidak dapat merasakan kehadiran Tuhan, tidak dapat memahami Firman Tuhan apalagi mendengar Firman Tuhan. Kalau roh manusia itu hidup, dia akan mengenali Roh Allah yang berbicara di dalam hatinya melalui FirmanNya, juga akan mengenal tegoran Tuhan kalau kita sedang membuat kesalahan. Bukankah Dia adalah Allah yang hidup? Bukankah Tuhan ingin berinteraksi dengan manusia? Yohanes 10:14

(14) Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku

Komunitas IPM yang Berkemenangan

Jadi ada saling mengenal, ada persekutuan antara roh kita dengan Roh Allah. Saat saya mengalami kecelakaan dan tenggelam di parit sawah di daerah Sukamandi, saya mendengar suara Tuhan Yesus berbicara, tapi ajaibnya saya melihat Yesus tidak membuka mulutNya, tetapi saya mendengar suaraNya yang lembut di hati saya, suara itu tidak asing bagi saya, saya sampai berkata dalam hati saya, "Lho ini khan suara yang saya selalu dengar di dalam hati saya, saat saat saya sedang berdoa?". Jadi ternyata saya bukan pertama kali mendengar suara Yesus, suara itu sangat familiar di telinga rohani saya, karena saya berkomitmen dengan jam jam doa saya. Saya mengenali suara Yesus, di sini saya baru memahami maksud Yohanes 10 ini bahwa domba domba mengenal suara gembalanya dan gembala mengenal suara domba domba.  Ini sangat mengagumkan. Bagi Anda yang seumur hidup belum pernah mendengar suara Tuhan, saya berdoa roh Anda dibangkitkan dalam nama Yesus, sehingga Anda mulai hari ini dapat mendengar suara Tuhan, roh Anda dibangkitkan dan Anda dapat menikmati keintiman dengan Tuhan di dalam doamu. Cara mendengar suara Tuhan yang paling mudah adalah dengan membaca Firman Tuhan, kalau Roh Kudus bekerja, Firman itu akan menjadi rhema sehigga kita dapat memperoleh pertolongan, kekuatan dan iman dari Tuhan.

Komunitas IPM yang berbahagia.

Yohanes 10:16

(16) Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. 

Domba domba lain yang bukan  dari kandang ini, itulah kita. Kita secara fisik bukanlah bangsa Israel, bukanlah bangsa pilihan, tetapi karena kasih karuniaNya, kita beroleh kemurahan, kita menjadi bangsa Israel secara rohani. Tuhan mengumpulkan kita menjadi satu kawanan dengan bangsa Israel dan menjadi bangsa yang terpilih secara rohani, dan kita juga mengenal suaraNya dan Yesus juga mengenal suara kita.Kamulah bangsa yang terpilih, imamat rajani, umat kepunyaan Allah untuk memberitakan perbuatsn pernuatanNya yang ajaib. Bukankah ini anugerah yang sangat dahsyat untuk kita? Kita juga dituntun oleh gembala yang baik, sehingga kita menemukan padang rumput yang hijau, kita terlindung dari serangan serigala. Hidup kita terproteksi dari serangan si jahat. Kita dibawa dalam pengalaman yang indah, menikmati kekayaan rohani dan di dalam hati kita akan memancar air kehidupan dan kita tidak akan kehausan, tidak akan mengalami dehidrasi rohani lagi.

Dosa itu memuaskan hawa nafsu, tetapi mematikan, karena itu jangan terjebak di dalam panci dosamu lagi seperti kepiting rebus, putuskan tali dosa itu dan keluarlah dari panci kenyamanan hawa nafsu yang menipu karena sebentar lagi air akan mendidih dan engkau akan menjadi seperti kepiting rebus.

 

Elia Paul Ang dalam Inspirative Power Ministry.

Berita Terkait