Indonesia - English

DASAR PEMIKIRAN KITA

Manusia berpikir sangat dipengaruhi dengan back ground yang dia pelajari. Rabu, 18 Juli 2012, saya diajak melihat pabrik konveksi di Bali pada pukul 01.00 dini hari. Ini adalah pabrik konveksi saudara ipar, jadi dia menunjukkan kepada kami pabriknya dan cara bekerjanya. Saya melihat beberapa bahan, dan saya terheran heran karena saya seolah olah melihat bahan gordyn yang disulap menjadi gaun yang indah. Juga bahan seperti keset mengalami nasib yang sama. Lalu kita perhatikan motif yang dibuat seperti motif kue kue yang biasanya tersedia di hari raya lebaran. Juga ada rajutan seperti ketupat dan istri saya bilang seperti tikar. Tapi semua di tangan disingner telah berubah bentuk menjadi gaun nan indah dan mahal. Bukan hanya itu, tapi gaun yang dibuat justru mayoritas untuk melayani pasar di Eropa seolah olah tidak ada krisis di sana. 

 

Saya mengagumi langkah kreatif seorang designer, mereka bisa saja membuat sesuatu yang kita tidak terpikir, justru mereka rubah menjadi sesuatu yang indah, dan orang bangga memakainya. Saya tidak bisa membayangkan dunia ini tanpa sentuhan para designer. Tentu akan membosankan karena semua benda di sekeliling kita tidak menunjukkan nilai estetikanya. Kehadiran seorang designer memberikan perbedaan, memberikan warna, memberikan sentuhan keindahan sehingga sekeliling kitapun akan menjadi menarik untuk kita perhatikan.

 

Komunitas IPM yang Terkasih.

Tuhanlah master design kita, Dia yang menciptakan karya design yang teragung. Keindahan hasil karyaNya bisa kita nikmati dari hasil ciptaanNya. Begitu juga dengan kehidupan kita saat ini adalah hasil design kita beberapa tahun yang lalu. Bagaimana kita di masa depan juga ditentukan dari design kita saat ini. Setelah kita mendisign, buatlah potongan pola polanya dan mulailah bantuk baju yang sesuai design yang telah Anda buat. Potongan pola itu harus komplit, tidak mungkin sebuah baju bisa dibuat kalau potongan polanya tidak komplit. 

 

Mazmur 127:1

(1) Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

 

Mari kita belajar dari seorang arsitek juga.Seorang arsitek akan membangun sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pemesannya. Dia harus menyesuaikan ruang demi ruang, jangan sampai terlalu kecil atau telalu besar. Firman Tuhan berkata kalau bukan Tuhan yang membangun rumah, artinya dalam perencanaan kita, mari kita bawa pada Tuhan agar ila kita berhasil membangun rumah kita, kita mengakuinya kalau itu karena Tuhan yang membangun, bukan karena hebat, pintar, kuat kita tapi karena anugerah Tuhan kita boleh berhasil. Jadi Tuhanlah sang arsitek di dalam kehidupan kita. Mari kita menata ulang kehidupan kita dan kita bawa dalam doa untuk rencana kita 5 tahun lagi kita mau mencapai tujuan bagaimana baik untuk pekerjaan, pelayanan dan keluarga kita. Setelah kita mendisgn, kita mulai menghidupinya dan kita bawa dalam doa doa kita sehingga kehidupan kita menjadi mempunyai tujuannya, kehidupan seperti ini akan membuat kita semakin bersemangat. Jadi saat kita mengalami proses proses, saat saat yang berat dalam hiduppun, kita tidak mengeluh, kita akan tetap kuat dan melewatinya, karena sekarang kita hidup dengan tujuan yang jelas. Ridak perlu kita berkecil hati walau kita memulainya dari hal yang kecil. Ubah mindset Anda. Milikilah design untuk masa depan kita, karena waktu ini akan berlalu dengan sangat cepat dan kalau kita biarkan waktu bergerak sendiri, kita akan terkejut karena kita sudah kehabisan banyak waktu dan kita belum melakukan apa apa dan tenaga kita dengan bertambahnya usia akan semakin berkurang. Mari kita menjadi lebih bijak dalam mengisi hidup ini.

 

Elia Paul Ang dalam Inspirative Power Ministry.

Berita Terkait

Harga Velg Mobil Velg Mobil Modifikasi Mobil Spooring Mobil Finish Balance Harga Ban